Modul Ajar Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 9 [Fase D] Kurikulum Merdeka Edisi Terbaru

Ada yang baru untuk model ajar tahun 2024/2025, arah pembelajaran disesuaikan dengan CP 033 terbaru. Dimana untuk setiap komponen dibuat kompleks dengan tersematnya kelengkapan lain berupa LKPD dan materi berupa worksheet, audio dan video. Lebih dari itu dilengkapi pula penilaian / asesmen formatif dan sumatif disemua materi atau bab sebagai media evaluasi siswa.

gambar modul ajar bahasa indonesia kelas 9

Sobat guru-baik.Com, Melalui postingan berikut kami bagikan contoh modul ajar kurikulum merdeka bahasa indonesia kelas sembilan yang bisa bapak/ibu gunakan sebagai refferensi kelengkapan perangkat mengajar revisi terbaru.

Disusun sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik fase D dengan mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran dan berbasis perkembangan jangka panjang. Sesuai dengan yang termuat dalam Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.

Bapak/ibu guru bisa menggunakannya langsung atau mengembangkannya lagi dan dipadankan dengan metodologi mengajar yang digunakan setiap guru, dengan komponen dan format yang dibebaskan untuk memilih, tergantung keadaan sekolah dan siswa masing-masing.

Adapun deretan materi pelajaran bahasa indonesia jenjang SMP/Mts Kelas IX kurikulum merdeka yang akan dipelajari adalah sebagai berikut:

SEMESTER GANJIL

BAB I Demi Keluarga

BAB II Buku-Buku Berbicara

Bab III Komunikasi Ujung Jari

SEMESTER GENAP

Bab IV Dari Hobi Menjadi Pundi-Pundi

Bab V Menuju Laut

Bab VI Merencanakan Masa Depan

Adapun Komponen-komponen yang termuat dalam modul ajar ini berisikan :

1. INFORMASI UMUM

Identitas Modul
• Nama penyusun :
• Jenjang sekolah : SMP/MTS
• Kelas : IX
• Mata pelajaran : Bahasa Indoeesia
• Alokasi waktu : 5 X 1 Pertemuan (5 x 45 menit)

Berisi Info seputar modul ajar yang terdiri dari: Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya modul ajar, Tingkatan sekolah (SD/SMP/SMA), Kelas, dan Alokasi waktu (penentuanya cocok dengan jam pembelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing)

Kompetensi Awal

Yang dimaksud dengan Kompetensi awal merupakan pengetahuan dan/ atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu.

Profil Pelajar Pancasila

Pelajar Pancasila merupakan tujuan akhir dari suatu aktivitas pembelajaran yang berhubungan erat dengan pembentukan karakter siswa.

Profil Pelajar Pancasila bisa terefleksi dalam konten dan/atau sistem pembelajaran. Dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tak perlu dicantumkan seluruhnya, namun bisa dipilih Profil Pelajar Pancasila yang cocok dengan kegiatan pembelajaran.

Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila saling berkaitan dan terintegrasi dalam seluruh mata pembelajaran. Hal ini nampak jelas di dalam:
materi/isi
pembelajaran
pedagogi dan/atau
kegiatan projek
asesmen

Tiap modul mencakup satu atau beberapa unsur dimensi Profil Pelajar Pancasila yang telah ditetapkan.

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana adalah fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

Sarana artinya alat dan bahan yang diaplikasikan.

Prasarana ialah materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang diaplikasikan dalam aktivitas pembelajaran.

Ketersediaan materi sebaiknya mempertimbangkan keperluan peserta didik, baik dengan keterbatasan atau kelebihan.

Teknologi juga termasuk sarana dan prasarana yang perlu dimanfaatkan untuk pembelajaran yang lebih dalam dan bermakna.

Sasaran Peserta Didik

Terapat 3 (Tiga) klasifikasi target peserta didik yakni:
1. Peserta didik reguler/tipikal: umum, tak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
2. Peserta didik dengan kesulitan belajar seperti gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya (contohnya dengan audio). kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dan lain-lain.
3. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, sanggup mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan sanggup memimpin.

Contoh Pembelajaran

Contoh pembelajaran merupakan atau kerangka pembelajaran yang memberikan ilustrasi sistematis pelaksanaanpembelajaran}.

Modelnya {bahkan bermacam-macam, mulai dari contoh pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

2. KOMPONEN INTI

Tujuan Pembelajaran

Pada Tujuan pembelajaran semestinya mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan wajib bisa diuji dengan pelbagai bentuk asesmen sebagai format dari unjuk pemahaman.

Selain itu, tujuan pembelajaran akan menentukan kegiatan belajar, sumber tenaga yang diaplikasikan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang diterapkan.

Tujuan pembelajaran bahkan bisa bermacam-macam bentuk , mulai dari pengetahuan (fakta dan berita), prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.

Pemahaman Bermakna

Pemahaman bermakna merupakan info tentang manfaat yang akan diperoleh peserta didik sesudah pelaksanaan pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Model kalimat pemahaman bermakna: Manusia berorganisasi untuk memecahkan persoalan sulit dan mencapai suatu tujuan.

Pertanyaan Pemantik

Adapun Pertanyaan pemantik bertujuan untuk mengantar siswa mendapatkan pemahaman bermakna cocok dengan tujuan pembelajaran.

Pertanyaan ini diciptakan oleh guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecakapan berpikir kritis dalam diri peserta didik.

Misalnya, pada pembelajaran menulis cerpen, guru dapat mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut:

Apa yang membuat sebuah cerpen menarik untuk dibaca?

Seandainya kamu diminta untuk membuat akhir cerita yang berbeda, apa yang akan kamu usulkan?

Kegiatan Pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam format langkah-langkah konkret, yang disertakan opsi pembelajaran alternatif dan langkah untuk menyesuaikan dengan keperluan belajar siswa.

Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan cocok dengan durasi waktu yang direncanakan, dalam tiga tahap, yakni pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.

Asesmen

Kebutuhan Asesmen diterapkan untuk mengevaluasi capaian pembelajaran di akhir kegiatan.

Kriteria pencapaian wajib diatur dengan jelas cocok dengan tujuan pembelajaran ditetapkan.

Ada 3 tipe asesmen:
a. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)
b. Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)
c. Asesmen pada akhir pelaksanaan pembelajaran (sumatif)

Wujud asesmen yang dapat dilakukan :

Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa: observasi, pengevaluasian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal. Kinerja (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.) Tertulis tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).

Pengayaan dan Remedial Pengayaan ialah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengoptimalkan potensinya secara maksimal.

Dalam merancang kegiatan pengayaan, Anda perlu mengamati diferensiasi, seumpama lembar belajar/ kegiatan yang berbeda dengan kelas.

Remedial diberikan terhadap peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran (mengulang).

3. LAMPIRAN

a. Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar kerja siswa ini dimaksudkan untuk peserta didik (bukan guru) dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan terhadap peserta didik, termasuk peserta didik nonreguler.

b. Bahan Bacaan Guru & Peserta Didik

Bahan bacaan guru dan peserta didik dapat diaplikasikan sebagai pemantik sebelum aktivitas dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.

c. Glosarium

Glosarium ialah kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal komplit dengan definisi dan artinya. glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.

d. Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan sumber-sumber acuan yang digunakan dalam pengembangan modul didik. ialah segala sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs web, lingkungan sekitar, narasumber, dan lain-lain.

Dengan ini diharapkan para guru wali kelas dapat merancang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan harapan mencapai profil pelajar pancasila.

Selanjutnya, Sesuai judul postingan Unduh : Contoh Modul Ajar bahasa indonesia kelas sembilan edisi terbaru

MODUL AJAR LENGKAP TERBARU HUBUNGI ADMIN GURU-BAIK

Belum ada Komentar untuk "Modul Ajar Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 9 [Fase D] Kurikulum Merdeka Edisi Terbaru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel